Sistem manajemen lalu lintas terpadu untuk armada mixer truck dan alat berat di area pabrik beton, mencegah kecelakaan tabrakan dan tertabrak kendaraan berat.
Batas kecepatan maksimum di dalam area batching plant untuk semua kendaraan
Cakupan kamera CCTV dan sistem sensor blind-spot di setiap armada mixer
Operator armada wajib bersertifikat Defensive Driving aktif dari lembaga terakreditasi
Area batching plant dan loading bay adalah zona lalu lintas campuran yang sangat padat — truk semen, mixer truck berbadan besar, wheel loader, dan pekerja pejalan kaki beraktivitas bersamaan. Ini menciptakan risiko tertabrak kendaraan berat (struck-by) yang menjadi penyebab fatal terbanyak di industri ini.
Area di sekitar ban dan bawah mixer truck adalah blind zone (zona buta) pengemudi. Seorang pekerja yang berdiri dalam radius 3 meter dari ban belakang mixer truck tidak dapat terlihat dari kaca spion standar — bahkan dari kaca spion tambahan sekalipun tanpa sensor.
ALUR KENDARAAN SATU ARAH (ONE-WAY SYSTEM)
Pemberlakuan sistem masuk dan keluar satu arah yang terpisah untuk menghilangkan risiko papasan dua kendaraan besar secara frontal di dalam area pabrik.
Cermin cembung (convex mirror) dipasang di setiap tikungan buta. Armada dilengkapi sensor radar blind-spot yang memicu alarm audio-visual saat ada objek terdeteksi.
Seluruh armada wajib memiliki alarm mundur bersuara minimum 87 dB dan lampu hazard strobo yang berfungsi otomatis saat transmisi posisi R (reverse).
Pemisahan fisik jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki dengan guardrail atau marka warna kuning-hitam yang jelas dan pencahayaan memadai di malam hari.
Pemeriksaan 10 poin harian wajib (ban, rem, lampu, klakson, alarm mundur, chute pengisian, drum seal, fluida mesin) sebelum armada diizinkan beroperasi.
Semua pengemudi wajib memiliki sertifikasi Defensive Driving aktif yang diperbarui setiap 2 tahun dari lembaga pelatihan terakreditasi Kemnaker RI.